in , ,

Cantik! 3 Pakaian Adat Kalimantan Utara.

Motf Pada Pakaian Adat Dayak

TEROKABORNEO.COM – Teroka Borneo kali ini akan berbagi informasi tentang pakaian Adat Kalimantan Utara, salah satu Provinsi yang paling muda yang resmi disahkan menjadi provinsi dalam rapat paripurna DPR pada tanggal 25 Oktober 2012 berdasarkan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2012.

namun memiliki banyak budaya dan Adat yang sangat kental yaitu Kalimantan Utara. Belum lama Kalimantan Utara ini telah disahkan menjadi Provinsi sendiri yang dulunya masih bergabung dengan Kalimantan Timur.

Kementerian Dalam Negeri menetapkan 11 daerah otonomi baru yang terdiri dari satu provinsi dan 10 kabupaten, termasuk Kalimantan Utara pada hari senin, 22 April 2013. Bersama dengan penetapan itu, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi melantik kepala daerah masing-masing termasuk pejabat Gubernur Kalimantan Utara yakni Irianto Lambrie.

Infrastruktur pemerintahan Kalimantan Utara sedang dalam proses persiapan yang terlah direncakan yang akan berlangsung paling lama dalam 1 tahun.

Pada tanggal 22 April 2015, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo telah melantik Triyono Budi Sasongko sebagai Pejabat Gubernur Kalimantan Utara menggantikan Irianto Lambrie yang telah menjabat selama 2 periode masa jabatan Pj. Gubernur Kalimantan utara.

Sebelum pembentukan, dalam sejarahnya negeri-negeri dibagian utara pulau Kalimantan, yang telah meliputi Sarawak, Sabah, Brunei.

Sejak masa Hindu hingga masa sebelum terbentuknya Kesultanan Bulungan, daerah yang sekarang telah menjadi wilayah provinsi Kalimantan Utara hingga daerah Kinabatangan di Sabah bagian Timur merupakan wilayah mandala negara Berau yang dinamakan Nagri Marancang.

Namun belakangan ini sebagian utara Nagri Marancang (alias Sabah dibagian Timur) terlepas dari Berau karena diklaim sebagai wilayah mandala Brunei, kemudian oleh Brunei dihadiahkan kepada Kesultanan Sulu dan Suku Suluk mulai bermukim di sebagian besar wilayah tersebut.

Kemudian itu kolonial Inggris menguasai sebelah utara Nagri Marancang dan Belanda menguasai sebelah selatan Nagri Marancang (sekarang provinsi Kalimantan utara).

Wilayah yang menjadi propinsi Kalimantan Utara merupakan bekas wilayah Kesultanan Bulungan.

Kesultanan Bulungan menjadi daerah perluasan pengaruh Kesultanan Sulu. Namun Kerajaan Berau yang merupakan induk dari Kesultanan Bulungan menurut Hikayat Banjar termasuk salah satu vazal atau negara bagian di dalam mandala negara Kesultanan Banjar sejak zaman dahulu, ketika Kesultanan Banjar masih bernama Kerajaan Negara Dipa (masa lalu).

Sampai tahun 1850, negeri Bulungan masih diklaim sebagai negeri bawahan dalam mandala negara Kesultanan Sulu (bekas bawahan Brunei). Namun dalam tahun 1853, negeri Bulungan sudah dimasukkan dalam wilayah Hindia Belanda atau kembali menjadi bagian dari Berau.

Walaupun belakangan negeri Bulungan dibawah kekuasaan Pangeran dari Brunei, namun negeri tersebut masih tetap termasuk dalam mandala negara Berau.

Berdasarkan perjanjian antara negara Kesultanan Banjar dengan VOC Belanda yang telah dibuat pada tanggal 13 Agustus 1787 dan 4 Mei 1826, maka secara hukum negara Kesultanan Banjar menjadi daerah protektorat VOC Belanda.

Dan beberapa daerah bagian dan negara bagian yang telah diklaim sebagai bekas vazal Banjar diserahkan sebagai properti VOC Belanda, maka Kompeni Belanda membuat batas-batas wilayahnya yang diperolehnya dari Banjar berdasarkan perjanjian tersebut yaitu wilayah paling barat adalah negara bagian Sintang.

daerah bagian Lawai dan daerah bagian Jelai (bagian dari negara bagian Kotawaringin) sedangkan wilayah paling timur adalah negara bagian Berau.

Walaupun Provinsi Kalimantan Utara ini adalah Provinsi termuda, sudah pasti tentunya Kalimantan Utara juga mempunyai produk kebudayaan yang khas, terutama pakaian Adat Kalimantan Utara yang unik dan indah. Kalimantan Utara diisi oleh sebagian besar suku jawa dengan jalur transmigrasi yang mencapai 40 persen.

Untuk selebihnya dihuni penduduk “Pribumi” asli dari Provinsi Kalimantan Utara. Kalau kita mendengar nama Suku Dayak bukan tidak mungkin masih banyak yang tersirat hal yang berbau mistis, terutama menyangkut akan segala Adat dan budaya yang ada.

Provinsi  Kalimantan Utara (Kaltara) merupaka provinsi ke 34, provinsi yang paling termuda di Indonesia. Kalimantan Utara merupakan Provinsi di Indonesia yang terletak di bagian utara Pulau Kalimantan yang juga merupakan pecahan dari provinsi Kalimantan Timur. Kalimantan Utara berbatasan dengan Negara bagian Serawak dan Sabah di Malaysia Timur.

Sahabat, Pakaian Adat Kalimantan Utara adalah salah satu produk budaya yang sampai saat ini digunakan secara khusus pada acara-acara tertentu dan pada upacara khusus.

Pakaian Adat Kalimantan Utara

Pakaian Adat Kalimantan Utara

Kalimantan Utara sering disebut dengan Suku Dayak yang tersebar di wilayah Kalimantan, terutama di kalimantan Utara, terdiri atas banyak sekali beberapa Sub suku. Adapun yang menjadi suku Dayak kalangan mayoritas di Kalimantan Utara adalah suku Dayak Kenyah.

Sub suku yang orangnya dicirikan mirip dengan keturunan Tionghoa ini memiliki pakaian adat bernama Ta’a dan Sapei Sapaq. ada 3 Pakaian Adat Kalimantan Utara yaitu Ta’a, Sapei Sapaq dan Bulang Kurung yang dikenal luas sebagai pakaian Adat Kalimantan Timur.

Begitu pula, provinsi Kalimantan Utara telah mengakui bahwa ketiga pakaian ini sebagai pakaian adatnya. Adapun yang mesti memiliki nama yang sama, Ta’a, Sapei Sapaq dan Bulang Kurung khas Kalimantan Timur dan yang khas Kalimantan Barat sebetulnya mempunyai perbedaan yang sangat mencolok.

Sebelum membahas tentang perbedaan-perbedaan tersebut, terlebih dahulu mari kita mengenali apa itu pakaian Ta’a dan Sapei Sapaq. Untuk lebih lengkapnya mari simak bersama mengenai informasi pakaian Adat Kalimantan Utara yang sebagian besar dari Suku Dayak ini.

 

1. Baju Ta’a Kalimantan Utara

Baju Ta’a Kalimantan Utara

Pakaian Ta’a merupakan pakaian Adat Kalimantan Utara yang khusus dipakai oleh para perempuan Suku Dayak di Kalimantan. Pakaian ini terbuat dari kain beludru berwarna hitam dengan berbagai macam hiasan yang berupa manik-manik yang dijahit.

Ta’a sendiri terdiri dari pakaian (atasan) dengan model yang menyerupai rompi (tanpa lengan), penutup kepala berhias bulu burung enggang, bawahan berupa rok dengan warna serta motif yang sama, dan aksesoris lainnya seperti kalung, gelang, dan manik-manik.

Setiap Motif hiasan rompi dan rok Ta’a ini sangat kental pada perpaduan warna-warna yang mencolok seperti warna putih, hijau, merah, biru, dan warna-warna lainnya yang sangat kontras dengan warna kain rompi. Pada bagian dada dan lengannya akan dilengkapi rumbai-rumbai dengan warna motif yang sama.

Perbedaan utama dari pakaian Sapei Sapaq dan Ta’a adalah pada motifnya. Untuk motif pakaian Adat Provinsi Kalimantan Utara, baik itu baju Ta’a maupun Sapei Sapaq sebenarnya terbagi menjadi 3 motif, yakni motif burung enggang, motif tumbuhan, dan motif harimau atau hewan lainnya.

Baju dari motif burung enggang dan harimau umumnya diperuntukan untuk para bangsawan, sedangkan baju dengan motif tumbuhan yang sangat diperuntukan untuk rakyat biasa. Baju Adat Ta’a ini memiliki komponen yang berupa Da’a yaitu ikat kepala yang pembuatan bahan dasarnya dari beberapa daun pandan.

Pakaian ini sering dipakai oleh para orang tua penduduk setempat. Baju bagian atas berupa Sapei Inoq dan bawahan pada pakaian Adat ini yang adalah rok yang disebut Ta’a. Hiasan pada baju yang penuh manik-manik membuat pakaian Adat ini semakin tertarik dan cantik.

Ada tambahan pelengkap dari pakaian Adat ini yaitu kalung bermanik yang menguntai sampai ke bawah dada. Pakaian ini biasa dipakai oleh para wanita.

2. Sapei Sapaq Kalimantan Utara

Sapei Sapaq

Baju Sapei Sapaq merupakan baju Adat Provinsi Kalimantan Utara yang telah diperuntukan untuk para pria. Dari bahan pembuatan, model dan juga berbagai motif dari baju ini sangat mirip dengan baju Ta’a. Hanya saja, pada bawahan, pakaian Adat yang dipakai para pria ini hanyalah berupa gulungan selendang yang bentuknya seperti pakaian celana dalam.

Meskipun demikian, bawahan seperti ini sekarang tapi biasanya sudah diganti dengan celana pendek hitam dikarenakan dinilainya yang kurang begitu elok dipandang oleh mata.

Pelengkap baju Sapei Sapaq biasanya adalah sebuah peralatan senjata tradisional bernama mandau yang diselipkan di bagian pinggang, perisai perang, dan kalung-kalung dari beberapa bahan alam seperti taring babi, tulang, dan biji-bijian.

Pakaian Adat Kalimantan Utara yang biasa dipakai seorang laki-laki dikenal dengan nama Sapei Sapaq. Corak yang telah diberikan pada pakaian Adat ini kurang lebih hampir sama dengan corak yang ada pada pakaian Adat wanita. Yang membedakan dari pakaian untuk pria ini pakaian atasannya berupa rumpi.

Untuk pakaian bawahnya ada yang namanya cawat kalau di Kalimantan Utara disebut dengan abet kaboq. Untuk menambah keperkasaan dan terlihat budaya yang sangat menonjol ditambahkan senjata mandau yang diikat di bagian pinggang pria.

3. Bulang Kurung Kalimantan Utara

Contoh Bulang Kurung

Bulang kurung merupakan jenis pakaian Adat yang dimiliki oleh Kalimantan Utara biasa digunakan pada kegiatan ritual tradisional Kalimantan Utara. Khususnya pada oleh Suku Dayak yang biasanya memakainya pada upacara-upacara khusus. Untuk jenis dari bulang kurung ini sebenarnya masih banyak aneka ragam dan masih terbagi-bagi kategorinya.

Pada pakaian Adat bulang kurung disebabkan pakaian ini pada bagian tangan tidak ada lengannya. Namun, jenisnya juga ada yang banyak lengan pendek atau disebut dokot tangan atau yang baju lengan panjang atau lengke.

 

Dengan berbeda dan unik banyak orang yang lebih mudah membedakan dan mengenal lebih dalam pakaian-pakaian Adat milik daerah masing-masing. Baju Adat yang memiliki fungsi sakral seharusnya tidak sembarangan digunakan. Masyarakat Kalimantan Utara juga tidak sembarangan memakai pakaian Adat ini jika tidak dalam acara yang khusus.

Dengan ini apa yang menjadi pitutur leluhur dapat dijaga kesuciannya.

What do you think?

-7 points
Upvote Downvote

Total votes: 7

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 7

Downvotes percentage: 100.000000%

Hutan Kalimantan Hancur Sejak 1973

Dayak Bahau Dari Kalimantan Timur