in ,

5 Fakta Menarik Burung Enggang Yang Dianggap Keramat Oleh Suku Dayak

TEROKABORNEO.COM – Burung Enggang adalah salah satu burung langka yang dilindungi di Indonesia. BInatang yang lebih dikenal sebagai rangkong ini konon disakralkan oleh suku Dayak. Masyarakat Dayak meletakkan posisi burung enggang layaknya menghormati pencipta. Hampir keseluruhan bagian tubuh enggang selalu disimbolkan dalam benda yang digunakan dalam keseharian masyarakat Dayak. Misalnya rumah adat, baju adat, bahkan tattoo yang melambangkan burung ini.

Pemilihan burung enggang sebagai simbol keramat bukan tanpa ada alasan. Burung indah dengan paruh bertanduk ini memiliki karakter yang istimewa. Karakter hewan yang santer disebut panglima. Burung ini diyakini sebagai simbol kebesaran dan kemuliaan yang melambangkan suku Dayak. Berikut ini adalah 5 fakta Burung Enggang:

1. Burung Enggang Hanya Hinggap di Tempat Tinggi

Salah satu kebiasaan mengapa burung enggang dikeramatkan adalah kebiasaannya yang hinggap di tempat tinggi. Pohon-pohon tinggi dan gunung-gunung adalah tempat favoritnya. Karena kebiasaan inilah masyarakat Dayak menyimbolkan burung berparuh besar ini layaknya pemimpin, seseorang yang selalu di tempat yang tinggi.

2. Sosok Hewan yang Setia

Tidak seperti jenis burung atau unggas lain yang berkali-kali berganti pasangan, burung enggang hanya berpasangan dengan satu burung. Oleh karenanya saat salah satunya mati, burung ini tidak akan kawin lagi. Kesetiaan ini juga terbukti saat enggang betina bertelur. Ketika telur terkumpul dan siap dierami, enggang betina akan tinggal di lubang pohon yang sarangnya ditutupi lumpur. Hanya tersisa lubang sempit yang terlihat dari luar. Selama proses ini, hampir empat bulan lamanya, enggang jantan akan menemani enggang betina dan memberikan makanan dari lubang sempit itu. Burung enggang dapat hidup sangat lama. Usianya sekitar 35 sampai 40 tahun di alam liar. Burung enggang ini pun setia pada pasangannya. Seekor burung enggang yang ditinggal pasangannya, tidak akan mencari pasangan baru.

3. Kerasnya Suara Burung Enggang

 

Burung yang suaranya keras ini kerap bertengger di pohon-pohon yang tinggi. Saat terbang di hutan, burung ini sering mengeluarkan bunyi yang keras. Suara yang dibunyikan burung enggang merupakan tanda persiapan sebelum terbang. Suara yang keras ini dianggap simbol seorang pemimpin yang selalu didengarkan rakyatnya. Seperti masyarakat Dayak yang selalu mendengarkan perintah kepala sukunya.

4. Sayap Tebal dan Ekor yang Panjang

Saat terbang melayang, sayapnya membentang. Gerakannya itu terlihat seperti melindungi. Bentangan sayapnya itu dianggap simbol pemimpin yang melindungi rakyatnya dengan baik. Kepakan sayapnya kuat dan menimbulkan bunyi nyaring. Itu menyimbolkan kekuatan dan keberaniannya menaklukkan hutan Kalimantan.Banjar sampai saat ini. Dalam ilmu seni modern, alat musik Panting ini termasuk ke dalam jenis alat musik Chordophone.

 5. Tidak Makan di Tanah

Kebiasaan burung enggang yang juga unik adalah cara mereka makan. Burung pemakan hewan dan tumbuhan ini tidak pernah mencari makanan di tanah seperti unggas lain. Mereka mencari mangsanya dari batang atau cabang pohon. Burung-burung ini biasa memakan buah ara, palem, dan beringin. Selain itu, mereka juga memangsa tikus, kadal, dan burung kecil yang berada di atas pohon.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Tersendatnya Proyek Jembatan Pulau Kalimantan ke Pulau Laut

Mengapa Tato Mendapat Stigma Negatif di Masyarakat

Mengapa Tato Mendapat Stigma Negatif di Masyarakat?