in , ,

Asal Usul Tatto Dayak

TEROKABORNEO.COM – Apa yang ada di benak anda dengan mendengar istilah Tato? pasti Anda memikirkan dengan pandangan negatif seperti preman, kriminal atau orang yang sudah melakukan tindak kriminal. Beda dengan orang yang tinggal di desa pedalaman suku dayak Kalimantan. Jika Anda berjumpa dengan orang-orang tua yang dihiasi berbagai macam tato indah di sekujur bagian tubuhnya. Tato yang menghiasi tubuh mereka itu bukan sekadar hiasan, apalagi supaya dianggap jagoan seperti di kota-kota besar. Tetapi, tato bagi masyarakat Dayak memiliki makna yang sangat mendalam. Karena itu, tato tidak bisa dibuat sembarangan oleh masyarakat suku dayak yang ada di Kalimantan.

Tato Dayak pada jaman dahulu dibuat dengan memanfaatkan sumber daya alam sekitar. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat tatto adalah Jelaga dari lampu pelita atau arang periuk dan kuali, digunakan sebagai pewarna.  Bahan-bahan tersebut dikumpulkan dan dicampur dengan gula dan diaduk sedemikian rupa. Untuk menjarah dan membuat tato menggunakan duri pohon jeruk yang ukurannya cukup panjang dan tingkat ketajamannya seperti jarum. Duri bisa digunakan langsung atau dijepitkan ke setangkai kayu untuk pegangan sehingga menyerupai palu. Duri pohon jeruk itu dicelupkan pada “tinta” berbahan jelaga dan gula, kemudian mulailah si tukang tato merajah dengan menusukkan duri ke kulit sesuai motif yang diinginkan.
Jika motifnya rumit, proses perajahan bisa memakan waktu seharian. Bekas tusukan di kulit mengeluarkan darah, bengkak, dan bisa menyebabkan demam 1 hingga 2 hari.

Tidak ada bukti literal yang dapat memastikan kapan dimulainya tradisi tato dalam sejarah peradaban suku Dayak. Yang pasti tattoo hidup dan dihidupi sebagai identitas dan eksistensi suku Dayak yang kuat, gagah, bermartabat dan bermoral. Menurut penulis sejarah tato motif Dayak ini bukan dititikberatkan pada waktu kapan dimulainya melainkan berpusat pada makna tato yang dihidupi jaman dahulu hingga sekarang.
Tato bermakna luhur yang tinggi karena berhubungan erat dengan sendi-sendi kehidupan masyarakat suku Dayak dahulu hingga saat ini.Sejarah tato Dayak dimulai peradabannya diperkirakan sejalan dengan perkembangan sejarah suku Dayak sebagai penduduk asli pulau Kalimantan. Disebutkan nenek moyang suku Dayak pada beberapa versi berasal dari migrasi besar-besaran yang diperkirakan dari Yunan Cina sekitar tahun 2500 – 1500 SM menuju Nusantara.

Kelompok suku Dayak pada jaman dahulu merupakan kelompok yang sangat kental dengan seni budaya khas salah satunya Tato Motif Dayak itu sendiri. Tato ini memiliki arti filosofis yang tinggi dikalangan masyarakat adat dan pemiliknya. Dalam mengarungi kehidupan suku Dayak sejak awal memahami identitas dan eksistensinya sebagai suku yang berbudaya yang ditunjukan salah satunya lewat tato. Pada Suku Dayak Iban, Kenyah, Ngaju, Bahau dan Kayan misalnya, tato wajib dimiliki oleh kalangan pria maupun wanita. Tato Motif Dayak ketika itu diberikan sebagai penghargaan atas bukti keberanian perang (ngayau/bakayo/memenggal kepala), kedewasaan, profesi, dan status sosial seseorang dalam masyarakat adat.

Tato motif Dayak yang mengambil rupa dari alam seperti daun, bunga dan buah. Sebagai contoh nyata, Tato pada jari tangan bagi kaum wanita suku Iban menunjukan keahlian khusus misalkan terampil dan ahli membuat aneka anyaman. Membuat hasil karya berupa anyaman yang unik, menarik dan berkualitas merupakan perang bagi wanita kelompok suku Iban yang memiliki tato pada jari-jari tangannya. Tato pada tangan (laki-laki maupun wanita) juga menunjukan seseorang suka menolong atau ahli dalam pengobatan. Semakin banyak tato di tangan semakin terampil dan ahli dalam pengobatan. Seseorang yang mempunyai kedudukan seperti temenggung atau timanggong, panglima dan di-tua-kan di kampung halaman maupun di tempat merantau, memiliki Tato rekong (leher) pada leher. Tato motif rekong memilki bentuk yang berbeda-beda tergantung kedudukan dalam masyarakat ada yang berbentuk sayap kupu-kupu, kalajengking merayap dan kepiting semuanya mengambil rupa binatang. Tato bunga terong juga menunjukan seseorang tetua, bijaksana dan berpengalaman. Tato bunga terong ibarat pangkat bagi pemiliknya oleh karena itu penempatannya pada kedua pundak seseorang.

What do you think?

-3 points
Upvote Downvote

Total votes: 3

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 3

Downvotes percentage: 100.000000%

10 Oleh Oleh Khas Banjarmasin

6 Oleh Oleh Khas Samarinda