in

Benarkah Melamar Gadis Serawai Adatnya Mahal ?

Benarkah melamar gadis serawai adatnya mahal

TEROKABORNEO.COM – Sudah menjadi pertanyaan sekaligus pernyataan yang lumrah “mahal ya adatnya?”. Apalagi jika anda yang notabene bukan pria serawai dan teman-teman anda mengetahui anda melamar gadis Dayak Ot-Danum yang berasal dari Serawai dan Ambalau baik yang lahir besar di Serawai Ambalau atau sudah tinggal di daerah lain. Lalu benarkah melamar gadis serawai adatnya mahal? Berikut ulasan sederhanya.

Pertama-tama, yang akan dibahas di dalam tulisan ini adalah melamar gadis Suku Dohoi atau dikenal Dayak Ot-Danum asal kecamatan Serawai maupun Ambalau yang memang lahir besar dan tinggal di sana maupun yang sudah tinggal di daerah lain.

Kedua, Kecamatan Serawai dan Ambalau berada di wilayah kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Kebiasaan orang di Sintang menyebut orang-orang yang berasal dari 2 kecamatan ini dengan sebutan “orang Serawai” saja, jarang sekali disebut dari Ambalau.

Benarkah adat serawai mahal ? Mari kita ketahui lebih jauh apa saja sih upacara adat, prosesi serta syarat-syarat melamar gadis Suku Dayak Ot-Danum.

Prosesi melamar gadis serawai terbagi menjadi 2 tahap. Tahap pertama, disebut Nyepohtin (mencari informasi).

Dalam prosesi ini pihak pria beserta keluarganya dating ke rumah keluarga pihak perempuan untuk mencaritahu apakah perempuan yang hendak dilamar ini masih sendiri atau sudah memiliki pasangan. Dengan kata lain Nyepohtin berarti mencari informasi. Pihak laki-laki diharuskan membawa 1 buah mangkuk berbahan keramik di dalamnya beras dan di atasnya diletakkan sejumlah uang, tidak ditentukan jumlah uangnya tergantung kemampuan keluarga dari pihak laki-laki.

Pihak perempuan akan menerima pemberian pihak laki-laki dan meminta waktu 1 atau 2 minggu untuk memastikan apakah bisa diteruskan ke tahap berikutnya atau tidak. Dalam kurun waktu 1 atau 2 minggu ini keluarga pihak perempuan akan mengabarkan kepada seluruh keluarga besar si perempuan bahwa anak gadisnya (ataupun janda) ini ingin dilamar oleh seorang pria. Jika ternyata si perempuan tidak mau dilamar si pria (zaman dahulu terkadang si pria dan si perempuan bahkan belum saling kenal, atau hanya si pria yang kenal perempuan sedang perempuan tidak kenal sama sekali) atau ada keluarga yang tidak setuju, maka mangkuk dan uang yang diserahkan oleh keluarga si pria akan dikembalikan utuh. Namun jika si perempuan mau kepada si pria dan keluarga besarnya pun tidak ada yang berkeberatan maka, pihak perempuan akan mengabarkan ke pihak laki-laki bahwa acaranya bisa dilanjutkan ke tahap yang berikutnya.

 

prosesi-lamaran-dayak-ot-danum-1
Prosesi Lamaran Dayak Ot Danum

Tahap keduanya adalah Ngitot Batu Kisok. Jika dibahasa Indonesia-kan adalah mengantar batu penanya. Dalam prosesi ini pada waktu yang telah disepakati, pihak pria kembali mendatangi rumah pihak perempuan untuk melamar. Pihak pria harus membawa 1 buah gong, 1 buah gelang (biasanya emas), baju untuk ibu si perempuan, kain panjang berwarna cerah, selendang dan lemiang (sejenis manik-manik yang ukuran besar dan panjang). Keberangkatan rombongan pria yang akan melamar pun diatur, pilihannya adalah jam 8 atau jam 9 pagi, atau dapat juga sore jam 2 atau jam 3 di luar jam tersebut tidak disarankan atau tidak boleh. Keluar dari rumahpun ada aturannya, yakni harus dimulai dengan langkah kaki sebelah kanan.

Sesampainya di rumah pihak perempuan, si pria disuruh menginjak telur ayam dan daun somo-molum, lagi-lagi menggunakan kaki kanan. Makna menggunakan kaki kanan sendiri untuk masyarakat Ot-Danum adalah hidup yang lurus, mudah rejeki, sedang daun somo-molum melambangkan hidup yang subur. Setelah itu rombongan keluarga pria dipersilahkan masuk ke dalam rumah.

prosesi-lamaran-dayak-ot-danum-2
Pihak keluarga wanita memeriksa kelengkapan seserahan lamaran adat

Pihak laki-laki menyerahkan syarat-syarat untuk melamar yang untuk kemudian diperiksa oleh pihak perempuan sudah lengkap atau belum, cocok atau tidak, ada sobek atau tidak. Sebab, jika ada yang cacat, rusak, atau sobek maka harus diganti karena dipercaya akan membawa keburukan untuk perjalanan kehidupan kedua calon mempelai. Jika sudah dinyatakan semuanya baik, semuanya beres. Maka, si laki-laki dan si perempuan didudukkan di gong dan dikipas dengan ayam di suruh mengigit besi (pisau) dan sah lah kedua pasangan tersebut bertunangan secara adat.

Bagaimana jika salah satu pihak membatalkan pertunangan atau lari dengan orang lain? Tentu saja ada hukum adatnya. Jika pria membatalkan pertunangan maka semua seserahan dianggap hangus dan dikenakan denda adat ulun 5, jika diuangkan 1 ulun adalah 500 ribu rupiah artinya si pria harus membayar uang sejumlah Rp 2.500.000. jika si perempuan yang yang membatalkan pertunangan maka dia harus mengembalikan seluruh seserahan yang telah diberikan si pria ketika melamar dan ditambah denda adat ulun 5. Namun jika pembatalan pertunangan dikarenakan salah satu pihak lari dengan perempuan lain atau pria lain maka, denda ulunnya sebesar 60 ulun, jika diuangkan sebesar 30 juta rupiah.

Tentu saja proses ini baru saja pada tahap pertunangan secara adat, masih ada lagi tahap yang harus dilewati untuk sampai pada jenjang pernikahan. Prosesi ini belum termasuk upacara keagamaan jika anda punya prosesi sendiri secara keagamaan. Jadi mahalkah biaya melamar gadis Ot-Danum? Silahkan anda memiliki pendapat sendiri, masing-masing kita punya pendapat yang bisa saja berbeda.

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

What do you think?

16 points
Upvote Downvote

Total votes: 22

Upvotes: 19

Upvotes percentage: 86.363636%

Downvotes: 3

Downvotes percentage: 13.636364%

Laporan Diskusi Publik Save Borneo

Laporan Diskusi Publik Save Borneo “Eksistensi Kebudayaan Dayak di Tengah Ekspansi Kapital”

Sandung Tempat Penyimpanan Tulang Belulang Manusia Dayak

Sandung Tempat Penyimpanan Tulang Belulang Manusia Dayak