in ,

Bonfilio Yosafat: Tatto (Iban) Bukanlah Soal Kejahatan

Tatto
pameran Fotografi dan Film Tatto Iban

TEROKABORNEO.COM – Bonfilio Yosafat dan Kinanta Apriliyanto. Belum lama ini, dua mahasiswa jurusan Fotografi Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta tersebut berhasil mengarsiteki pameran karyanya dengan luar biasa. Bertempat di Kelas Pagi Yogyakarta, acara yang bertajuk Pameran Fotografi dan Film Tatto Iban tersebut berlangsung meriah dan berhasil memukau ratusan orang yang menghadirinya.

Pameran yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut ini sedianya merupakan hasil ekspedisi yang mereka lakukan dengan mengunjungi Suku Dayak Iban, di Rumah Betang Sungai Utik, Desa Batu Lintang, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Rasa lelah Bonbon dan Kinkin,- sapaan akrab keduanya- seolah terbayar melihat antusiasme pengunjung pameran. “Tidak akan ada hasil yang mengecewakan apabila dilakukan dengan kesungguhan” sepertinya menjadi kesan yang pantas setelah menyaksikan pemeran karya keduanya.

Selama berada di Sungai Utik, keduanya melakukan pengamatan dan perekaman melalui media fotografi dan video berkenaan dengan fenomena yang terjadi tentang perilaku, aktivitas masyarakat, keadaan alam dan kondisi rumah betang Sui Utik dan terkhususnya perekaman budaya ber-tatto Dayak Iban. Perwujudan karya foto dokumentasi ini tidak pernah lepas dari kemampuan Bonbon dalam penguasaan teknik fotografi serta kematangan teknis yang dimiliki dalam menerjemahkan dan menyampaikan realita perkembangan tatto dan kehidupan suku dayak iban ke dalam pameran karya fotografi dokumentasi.

Pameran foto dokumentasi ini berguna untuk melihat perkembangan sejarah tato yang mulai bergeser dari era mengayau, berjalai hingga modern serta aktivitas kehidupan masyarakat Suku Dayak Iban. Tato pada suku Dayak Iban pada awalnya dapat menunjukkan status atau kelas sosial seseorang, apakah seorang perantau atau ksatria misalnya. Namun seiring perjalanan waktu pembuatan visual tato Iban tidak ada hal-hal khusus yang melatarbelakangi selain semangat mempertahankan kebudayaan tato Iban.

Pada malam pertama pembukaan pameran, tim Teroka Borneo berhasil mewawancarai Bonbon berkenaan dengan pameran dan ekspedisinya ke masyarakat Suku Dayak Iban Sungai Utik.

Berikut ini petikan video wawancara Teroka Borneo dengan Bonfilio Yosafat:

What do you think?

8 points
Upvote Downvote

Total votes: 10

Upvotes: 9

Upvotes percentage: 90.000000%

Downvotes: 1

Downvotes percentage: 10.000000%

harta terpendam

Harta Terpendam Di Tanah Borneo Bagian Barat

Ini Budaya Kalimantan yang Menarik untuk Diketahui