in

Bupati Kukar Mengaku Rp 6 Miliar Dari Jual Beli Emas

TEROKABORNEO.COM – Bupati nonaktif Kutai Kartanegara Rita Widyasari membantah menerima uang Rp 6 miliar dari seorang pengusaha sawit Hery Susanto Gun, seperti tertuang di dalam surat dakwaan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Rita mengaku uang dari pengusaha sawit itu terkait jual beli emas. “Saya sebenarnya jual beli emas sama dia. Emas saya 15 kilogram,” ujar Rita Widyasari di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (7/3/2018). “Saya jual ke dia emas, kemudian dia transfer uang. Itulah yang mereka sebut gratifikasi,” kata Rita di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Bos PT Sawit Golden Prima Hery Susanto Gun disebut telah menyuap Rita sebesar Rp 6 miliar. Uang itu diduga diberikan terkait pemberian izin lokasi perkebunan kelapa sawit dengan luas 16 hektar untuk keperluan inti, dan plasma perkebunan sawit di Kutai Karta Negara di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara kepada PT Sawit Golden Prima. Menurut Rita, izin lokasi perkebunan yang ia tandatangani sebetulnya sudah diproses sejak sebelum dia menjabat sebagai bupati. Ia mengaku, hanya melanjutkan pemberian izin perkebunan kepada PT Sawit Golden Prima. “Saya dilantik 30 Juni, saya tandatangan izin dia 8 Juli, jadi cuma seminggu, karena semua sudah selesai,” kata Rita.

Pada awalnya Hery mengajukan izin lokasi kelapa sawit sejak 2009. Namun ia terkendala adanya overlaping (tumpang tindih). Sebelumnya sudah pernah diterbitkan Pertimbangan Teknis Pertanahan atas nama PT Gunung Surya dan PT Mangulai Prima Energi.

Kemudian pada 23.00, Ismed bersama Hery datang ke rumah Rita dengan membawa draf surat keputusan izin lokasi seluas 16 ribu hektar untuk PT Sawit Golden Prima. Surat tersebut langsung ditandatangani Rita, padahal belum ada paraf dari pejabat terkait.

Menurut jaksa, sebelum dilantik sebagai bupati, Rita telah mengenal Hery Susanto Gun alias Abun. Pengusaha itu merupakan teman baik Syaukani HM yang merupakan ayah Rita. Sejak pertengahan 2009, Hery Susanto telah mengajukan izin lokasi untuk keperluan inti dan plasma perkebunan kelapa sawit. Namun, terdapat beberapa kendala yaitu, sebagian dari lokasi yang diajukan tersebut telah dibebani Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu dalam Hutan Alam (IUPHHK-HA) PT Kartika Kapuas Sari, sehingga sampai Mei 2010, izin lokasi tersebut belum di setujui.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Pengusaha di Kutai Kartanegara Dimintai Uang Sebesar Rp 60 Juta Setiap Mengurus Izin Amdal

Saat Panen Seorang Petani Sawit Tewas Tersengat Listrik