in ,

Daftar Sungai-sungai di Kalimantan

TEROKABORNEO.COM – Kalimantan atau Borneo memang dikenal dengan pulau seribu sungai. Hal ini dapat diidentifikasi karena begitu banyaknya sungai di sana. Terdapat banyak sekali sungai dengan ukuran besar dan kecil di pulau ini. Sungai juga menjadi sarana bagi alat transportasi untuk menghubungkan penduduk yang mendiami pulau Kalimantan untuk pergi dari satu tempat ke tempat lainnya. Pada saat pilihan alat transportasi belum sebanyak sekarang, dapat dikatakan bahwa transportasi sungai menjadi harapan satu-satunya bagi mereka. Dan saat itu pula banyak yang menggantungkan sumber pendapatan sehari-hari dengan menjadi tukang ojek perahu. Keberadaan sungai memang sangat vital. Dari dulu hingga saat ini ia menjadi saksi berkembangnya suatu peradaban masyarakat. Kalimantan memang menyimpan banyak sekali sungai, bahkan ada juga sungai-sungai kecil nan jernih yang “tersembunyi” di tengah belantara hutan yang pastinya memiliki keindahan yang menjadi incaran bagi para wisatawan penyuka tantangan. Daftar nama sungai di Kalimantan yang saya tuliskan di sini cukup beragam. Beberapa di antaranya memiliki pemandangan yang menarik. Ada juga sungai yang juga dijadikan oleh penduduk sekitar sebagai tempat untuk berniaga atau menjadi pasar. Mereka menjual barang dagangannya di atas perahu. Unik dan jarang ditemui di tempat lain, pasar tersebut banyak dikenal dengan pasar apung. Selain sebagai pasar, ada juga sungai yang dijadikan sebagai penghubung antar desa ke desa lainnya. Bahkan penghubung antara daerah satu ke daerah lainnya. Yang tak kalah menarik adalah sungai yang memiliki keindahan alam biasa buat para wisatawan berkunjung.

Untuk lebih mengetahui daftar nama sungai di Kalimantan yang punya keunikan masing-masing tersebut mari kita telusuri saja daftarnya berikut ini.

1. Sungai Barito

Sungai Barito (gambar: kalteng.prokal.co)

Sungai Barito disebut juga dengan sungai Dusun. Secara geografis sungai ini terletak di hulu pegunungan Schawaner, Provinsi Kalimantan Tengah. Sepanjang aliran sungai Barito bertemu dengan sungai-sungai lainnya. Seperti di kota Marabahan sungai ini akan bertemu dengan sebuah muara dari sungai negara Provinsi Kalimantan Selatan. Mengalir terus sampai ke hilir dan masyarakat biasa menyebut hilir dari sungai ini dengan sungai banjar. Pemberian nama sungai Barito berasal dari tanah Barito itu sendiri yang pada zaman kolonial dulu biasa dikenal sebagai onder afdeeling barito. Sungai ini termasuk sungai paling panjang dan paling besar di Kalimantan Selatan. Panjangnya mencapai 890 km.

2. Sungai Kapuas

Sungai Kapuas (gambar: news.okezone.com)

Sesuai namanya Sungai Kapuas berada di kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah. Sungai ini banyak sekali terdapat emas sehingga sejak jaman dahulu sering digunakan untuk penambangan emas. Bahkan sampai sekarang penambangan emas terus berlangsung akibatnya sungai jadi tercemar akibat penggunaan dari air raksa. Selain tercemar kondisi dari Sungai Kapuas sangat keruh. Sungai Kapuas masuk menjadi daftar nama sungai di Kalimantan yang terpanjang sekaligus juga terpanjang se-Indonesia. Panjangnya sendiri mencapai 1.143 km.

3. Sungai Mahakam

Sungai Mahakam (gambar: indonesiakaya.com)

Sungai Mahakam merupakan sungai terbesar di Kalimantan Timur. Panjang dari sungai ini mencapai 980 kilometer yang melintasi kabupaten Kutai Barat pada bagian hulu. Begitu panjang sampai melintasi Kabupaten Kutai Kartanegara dan berhilir di kota Samarinda. Pesut Mahakam adalah jenis mamalia yang hidup di sungai ini, namun keberadaannya sekarang sudah terancam punah. Peran penting yang dimiliki sungai Mahakam ini sangat besar. Sumber air, perikanan dan sarana transportasi menjadi hal yang sehari-hari dilakukan oleh masyarakat setempat untuk kehidupan mereka.

4. Sungai Melawi

Sungai Melawi (gambar: yudhadepp.blogspot.co.id)

Untuk sungai yang satu ini sangat unik karena berpusat di air terjun Nokan Layan. Nama sungai tersebut adalah sungai Melawi yang terletak di kecamatan Ambalau kabupaten Sintang. Namun sungai Melawi merupakan sungai yang membentang luas berada di wilayah kabupaten Melawi. Sungai Melawi sering mengalami pasang surut yang sangat tinggi. Akibat dari pasang surut tersebut mengganggu jalur transportasi pada kapal transportasi berukuran besar dan tongkang. Untuk melaluinya kedua kapal tersebut harus menunggu sampai air pasang atau biasanya saat dan setelah musim hujan tiba. Panjang sungai ini adalah 471 km.

5. Sungai Arut

Sungai Arut di sore hari (gambar: blogtanjungputing.blogspot.co.id)

Sungai Arut adalah anak sungai Lamandau yang mengalir di sepanjang daerah kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah. Panjang dari sungai ini mencapai 250 kilo meter dan memiliki kedalaman 4 meter dengan lebar sekitar 100 meter. Bagian dari sungai ini berawa-rawa, merupakan daerah endapan dan memiliki sifat organik juga asam.

Itulah beberapa daftar nama sungai di Kalimantan yang saya ketahui. Sebagai orang luar Kalimantan dan pernah besar di sini. Saya menyadari bahwa dengan menjaga keberadaan dan kebersihan sungai akan banyak sekali manfaat yang bisa kita dapatkan. Sungai dan air adalah jantung sekaligus nafas bagi kehidupan umat manusia. Menjaga agar sungai tidak tercemar adalah tugas kita agar kehidupan dan ekosistem di dalamnya bisa terus berkembang dan mencegah banjir.

Untuk lebih mengetahui daftar nama sungai di Kalimantan yang punya keunikan masing-masing tersebut mari kita telusuri saja daftarnya berikut ini.

6. Sungai Landak

Sungai Landak berselimut kabut pagi(gambar: resourceful-parenting.blogspot.com)

Sungai Landak adalah sebuah sungai di Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Sungai Landak juga merupakan anak sungai Kapuas. Sungai ini mengalir dari utara ke arah barat daya Pulau Kalimantan dan sebagian besar melintasi wilayah Kabupaten Landak. Sungai Landak melintasi tiga kabupaten yakni Kabupaten Landak, Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak. Hulu Sungai Landak berada di Pegunungan Niut perbatasan Kabupaten Landak dengan Kabupaten Bengkayang tepatnya dari lereng timur Gunung Nyiut (1.701 Mdpl) di Desa Tengon Pelaik. Sedangkan hilir Sungai Landak ada di Sungai Kapuas yang masuk ke wilayah administratif Kota Pontianak.

Sungai Landak merupakan bagian dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas dengan bagian besar DAS tersendiri yakni Sub-DAS Landak seluas 1.0981,971 km². Anak Sungai Landak diantaranya adalah Sungai Dange, Bentuang, Pade, Dait, Behe, Menyuke, Belentawan, Naya, Sibuah, Sampas, Sengah, Sambe, Sepatah, Ambawang

 

7. Sungai Martapura

Sungai Martapura (gambar: banjarmasin.tribunnews.com)

Sungai Martapura atau Sungai Banjar Kecil[ atau Sungai Kayutangi dan karena banyaknya aktivitas pedagang Cina di hilir sungai pada zaman dahulu maka disebut juga Sungai Cina (China river). adalah anak sungai Barito yang muaranya terletak di kota Banjarmasin dan di hulunya terdapat kota Martapura ibukota Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Nama sungai ini diambil dari nama kota Martapura, yang terletak di sebelah hulu kota Banjarmasin. Nama Martapura diberikan oleh raja Banjar ke-4 Sultan Mustain Billah sebagai ibukota yang baru didirikan kira-kira pada tahun 1630 setelah dipindah dari Banjarmasin ke kawasan Kayu Tangi (terletak di sebelah hulu). Karena itu nama kuno sungai Martapura adalah sungai Kayutangi. Nama lainnya yang dahulu digunakan adalah Sungai Tatas, mengacu kepada delta Pulau Tatas, daerah yang pada 13 Agustus 1787 menjadi milik VOC-Belanda (kotta-Blanda) dan sekarang merupakan pusat kota Banjarmasin modern. Nama lain kota Banjarmasin adalah kota Tatas.

8. Sungai Tabalong

Sungai Tabalong (gambar: commons.wikimedia.org)

Sungai Tabalong atau Batang Tabalong adalah sebuah sungai (batang air) yang melintasi dan mengalir di wilayah Kabupaten Tabalong, provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Sungai ini bermuara di Sungai Negara. Sungai ini berujung di dua anak sungai, yakni Sungai Tabalong Kiri dan Sungai Tabalong Kanan. Sungai ini memiliki panjang 45 km, lebar 80 meter dan kedalaman rata-rata 3,5 meter.

9. Sungai Kahayan

Sungai Kahaya (gambar: www.getborneo.com/)

Sungai Kahayan atau batang Biaju Besar atau sungai Dayak Besar atau Groote Daijak-rivier atau Great Dajak atau Great Dyacs adalah sungai yang membelah kota Palangka Raya. Sungai ini bermuara di 3 kabupaten/kota antara Kota Palangka Raya, Kabupaten Gunung Mas dan Kabupaten Pulang Pisau, dan bermuara di Laut Jawa. Sungai ini memiliki panjang lebih dari 600 km.

Tingginya curah hujan serta faktor manusia yang menyebabkan perubahan karakteristik terutama pada daerah hulu menjadikan air dari aliran Sungai Palangka Raya ini pada musim hujan sering meluap, dan menyebabkan banjir pada kawasan sekitarnya.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Keberadaan Hutan Adat Kalimantan

Gubernur Kalteng Gelar Rapat Setelah Situs Budaya Dayak Dirusak Satpam Perusahaan Sawit