in

Gubernur Kalteng Gelar Rapat Setelah Situs Budaya Dayak Dirusak Satpam Perusahaan Sawit

TEROKABORNEO.COM – Kejadian penyerangan sekolompok satpam perusahaan sawit ini terjadi sejak sebulan yang lalu. Insiden ini dilatarbelakangi sengketa lahan antara pihak perusahaan dan warga yang tidak kunjung selesai, Senin (5/3/2018). Perusahaan PT MS sering kehilangan buah sawit sehingga pada Rabu (3/2/2018) lalu sekolompok satpam yang bekerja di perusahaan itu menduga bahwa pelaku pencurian berlari ke sekitar permukiman warga. Rumah warga serta satu situs budaya adat dayak (Patung Sapundu) juga jadi sasaran perusakan oleh para satpam tersebut. Kejadian itu juga memicu kemarahan Dewan Adat Dayak, ada juga seorang wanita yang jatuh pingsan diduga akibat dari penyerangan tersebut.

Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah pun menggelar rapat karena kejadian penyerangan tersebut. Tidak hanya rumah warga yang menjadi korban, salah satu situs budaya adat dayak (Patung Sapungu) juga dirusak sehingga memicu kemarahan Dewan Adat Dayak. Seusai rapat di gelar Sugianto mengatakan, Seluruh masyarakat ada yang ada di provinsi ii diharapkan dapat menaha diri dan memberikan waktu kepada aparat kepolisian untuk menyelesaikan permasalahan tersebut sampai tuntas.
Sugianto mengatakan penyelesaian permasalahan yang terjadi di Desa Pondok Damar tersebut bukan hanya mengenai penyerangan tersebut, melainkan kewajiban pihak perusahaan terhadap warga Desa Pondok Damar, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

“Perlu dilihat apakah PT Mustikah Sembuluh telah merealisasikan plasma kepada masyarakat sekitar. Jadi, penyelesaiannya harus sampai tuntas agar permasalahan antara warga dan pihak perusahaan tidak terulang kembali,” ucapnya.
Kapolda Kalimantan Tengah Brigjen (Pol) Anang Revandoko mengimbau semua elemen masyarakat untuk bisa menahan diri demi keamanan dan ketenteraman bersama. “Saya sudah menurunkan anggota untuk melakukan penyelidikan terkait masalah itu. Kami akan tindak tegas terkait dengan perusakan walau hingga kini belum ada satu orang pun yang diamankan atas pelaku perusakan,” kata Anang Revandoko saat rapat koordinasi bersama Gubernur Kalimantan Tengah di kantor Gubernur Kalteng, Senin (5/3/2018).

Hingga kini jajaran kepolisian masih berada di lokasi untuk menyelidiki kasus penyerangan tersebut.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Daftar Sungai-sungai di Kalimantan

Gunung Tertinggi di Pulau Kalimantan