in

Hasil Sitaan KPK Kasus Abdul Latif Sudah Tiba di Jakarta

TEROKABORNEO.COM – Sejumlah kendaraan mewah yang disita KPK tersebut tiba di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok, Senin (19/3/2018). 16 Mobil yang diperkirakan harganya selangit, semua kedaraan memiliki pelat nomornya sama, 232. Mobil dan motor tersebut adalah barang sitaan KPK dari kasus korupsi  Bupati Hulu Sungai Tengah Abdul Latif. Petugas Unit Labuksi KPK Vine Andalusia menyatakan, proses bongkar muat kendaraan tersebut memakan waktu cukup lama. Yakni, 1,5 jam. Pembongkaran langsung di lakukan saat kapal sampai di dermaga.

Untuk sampai di Jakarta, mobil itu dikirim dengan angkutan laut. Semua langsung ditangani oleh tim pelacakan aset, pengelolaan barang bukti, dan eksekusi  KPK. Sebenarnya, ada 23 mobil yang disita KPK. Namun, kemarin baru 8 mobil dan 8 motor yang dibawa ke Jakarta.

Delapan mobil yang sudah tiba di Jakarta itu, antara lain, BMW 640i Coupe (pelat nomor B 232 HST), Toyota Vellfire ZG 2.5 A/T (B 232 MOM), Lexus tipe 570 4×4 AT (B 232 BUP), dua Hummer H3 (DA 232 US dan DA 232 RK), Jeep Rubicon (DA 232 AL), dan Cadillac Escalade 6.25 L (B 232 PB). Plus Jeep Rubicon Brute 3.6 AT yang tidak berpelat nomor 232, melainkan B 9150 VBA.

Selain mobil mewah, barang sitaan lain yang tiba di Tanjung Priok kemarin adalah delapan motor besar. Yakni, BMW Motorrad, Ducati, Husaberg TE 300, KTM 500 EXT, dan 4 unit Harley-Davidson.

Sementara itu, delapan motor mewah sitaan dinaikkan ke atas truk dan langsung diberangkatkan menuju Rupbasan. 16 Kendaraan tersebut akan langsung dibawa dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, sekitar pukul 17.30 WIB ke Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara ( Rupbasan) Klas I Jakarta Barat.

Seperti diberitakan, Bupati Hulu Sungai Tengah  Abdul Latif kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Abdul akan menerima hukuman atas pelanggaran pasal penerimaan gratifikasi Rp 23 miliar dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Gratifikasi tersebut diduga berasal dari fee sejumlah proyek di dinas-dinas daerah setempat. Pada setiap proyek, Abdul diduga selalu mendapat fee sekitar Rp 3,6 miliar dari 7,5 persen–10 persen proyek. Abdul sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka melalui operasi tangkap tangan (OTT) pada 4 Januari.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Busana Pernikahan Khas Adat Kalimantan Selatan

Dampak Negatif dan Positif Perkebunan Kelapa Sawit