in ,

Kasus Korupsi Direktur Utama PT Kalimantan Timur Daya Mandiri

TEROKABORNEO.COM – Penyidik Kejaksaan Agung memanggil Direktur Utama PT Kalimantan Timur Daya Mandiri, Teddy Nawardin sebagai saksi atas kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dana pensiun PT Pupuk Kalimantan Timur tahun 2011 sampai dengan tahun 2016. Saat ini, tim penyidik masih terus mengumpulkan alat bukti termasuk melakukan serangkaian pemeriksaan saksi, ahli, serta dokumen-dokumen yang bisa memperkuat alat dan bukti yang telah ditemukan guna membuat terang tindak pidana yang terjadi terhadap Teddy terkait saham dana pensiun perusahaan tersebut.

“Penyidik melakukan pemeriksaan terhadap saksi pada pokoknya untuk menerangkan mengenai saham dana pensiun PT Pupuk Kalimantan Timur yang berada di PT Kalimantan Timur Daya Mandiri,” jelas Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Muhammad Rum dalam keterangannya, Kamis, 8 Maret 2018.

Rum menambahkan, dalam mengungkap kasus korupsi pengelolaan dana pensiun PT Pupuk Kalimantan Timur tahun 2011-2016 itu, penyidik telah memeriksa 17 orang sebagai saksi.

Dana pensiun PT Pupuk Kalimantan Timur (DP-PKT) dengan PT Anugerah Pratama Internasional (PT API) dan PT Strategis Management (PT SMS) diketahui telah melakukan perjanjian penjualan dan pembelian kembali saham PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo (PT DAJK) dan PT Eurekaa Prima Jakarta (LCGP).

“Perjanjian penjualan dan pembelian kembali saham itu dapat dikategorikan sebagai repurchase agreement, dimana pembelian repurchase agreement bertentangan dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 199/PMK-010/2008 tentang Investasi dana pensiun,” jelasnya.

“Dana itu tidak bisa dikembalikan oleh PT Anugerah Pratama Internasional dan PT Strategis Management. Akibat dari transaksi repurchase agreement itu, Dana Pensiun PT Pupuk Kalimantan Timur mengalami kerugian yang jumlahnya mencapai Rp 229.883.141.293. Angka kerugian tersebut berasal dari dana yang tidak bisa dikembalikan oleh PT Anugerah Pratama Internasional dan PT Strategis Management. Sebelumnya tiga pejabat PT Pupuk Kalimantan Timur diperiksa Kejaksaan Agung terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan dana pensiun yang mengakibatkan negara mengalami kerugian sebesar Rp 229,8 miliar. Ketiga orang yang diperiksa adalah Eko Warjaya selaku Staf Bagian Investasi Dana Pensiun, Chaerul Sanusi Manajer Investasi Dana Pensiun dan Yolios Rafli mantan Dewan Pengawas Dana Pensiun

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Kalimantan Timur Pasar Investasi Urutan Keempat Terbanyak di Indonesia

25 Macam Buah Khas Kalimantan