in

Pahlawan Nasional Indonesia Raden Tumenggung Setia Pahlawan

Raden Tumenggung Setia Pahlawan

TEROKABORNEO.COM – Dalam catatan Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia, banyak nama-nama Pahlawan Nasional Indonesia yang tercantum, dan nama-nama tersebut adalah nama Pahlawan Besar. Sedangkan nama-nama Pahlawan Lokal (daerah) belum sebegitu banyaknya dituliskan.

Sudah banyak para pejuang bangsa ini yang telah diangkat menjadi Pahlawan Nasional Indonesia. Di setiap daerah pasti memiliki nama Pahlawan Nasional Indonesia. Akan tetapi, setiap daerah juga pasti memiliki Pahlawan Nasional yang telah berjuang untuk kemerdekaan bangsa Indonesia, mengusir penjajah yang hanya bisa merugikan bangsa, serta membawa nama daerah ke dalam Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia.

Secara khusus artikel ini akan membahas mengenai Pahlawan Nasional Kalimantan Barat, Kabupaten Melawi. Abdul Kadir alias Raden Tumenggung Setia Pahlawan adalah nama Pahlawan Nasional dari Kalimantan Barat, Kabupaten Melawi.

Abdul Kadir adalah seseorang yang lahir dan besar di Kalimantan Barat. Lahir di Kabupaten Sintang pada Tahun 1771, Ayahnya bernama Oerip dan ibunya bernama Siti Safriyah. Ayah Abdul Kadir bekerja sebagai hulubalang atau pemimpin pasukan kerajaan Sintang.

Pada tahun 1845, Abdul Kadir diangkat menjadi Kepala Pemerintahan Melawi yang pada masa itu merupakan bagian dari Kerajaan Sintang. Dalam masa pemerintahan, ia mendapat gelar Raden Tumenggung karena telah berhasil mengembangkan potensi perekonomian wilayahnya, mempersatukan suku Dayak dengan Melayu, dan juga berjuang melawan Belanda yang pada masa itu sedang menjajah bangsa Indonesia.

Masa Muda Raden Tumenggung Setia Pahlawan Pahlwan Nasional

Pada saat usia mudanya, Abdul Kadir telah mengabdikan diri sebagai pegawai di kerajaan Sintang. Ia mampu melaksanakan tugas-tugasnya dengan sangat baik. Bahkan Raja Sintang pernah memerintahkan Abdul Kadir untuk mengamankan kerajaan dari gangguan para perampok. Karena tugas-tugas yang diberikan dilaksanakan dengan baik, ia diangkat menjadi pembantu ayahnya di Kepala Pemerintahan Kawasan Melawi.

Setelah ayah dari Abdul Kadir meninggal dunia pada tahun 1845, ia diangkat sebagai Kepala Pemerintahan Melawi untuk mengantikan ayahnya. Karena mendapat jabatan tersebut ia mendapatkan gelar sebagai Raden Tumenggung yang diberikan langsung oleh Raja Sintang kepadanya.

Selama menjadi Kepala Pemerintahan Melawi, ia berhasil mempersatukan suku-suku Dayak dengan Melayu serta dapat mengembangkan potensi ekonomi daerah Melawi. Namun demikian, ia juga berjuang keras menghadapi ambisi Belanda yang datang ke Kerajaan Sintang pada tahun 1820 yang ingin memperluas wilayah kekuasaan mereka ke daerah Melawi.

Masa Perjuangan Raden Tumenggung Setia Pahlawan Pahlawan Nasional

Dalam menghadapi kekuasaan Belanda, berbagai strategi pun dilakukan oleh Raden Tumenggung. Strategi peran ganda digunakan nya untuk mengelabuhi kekuasaan Belanda, sebagai pejabat pemerintahanan Melawi ia tetap bersikap setia kepada Raja Sintang, dan juga setia terhadap pemerintahanan Belanda. Akan tetapi secara diam-diam Raden Tumenggung juga mengumpulkan kekuatan rakyat untuk melawan Belanda, ia juga membentuk pasukan-pasukan bersenjata di daerah Melawi dan sekitarnya untuk mengantisipasi serangan dadakan dari pasukan Belanda.

Tahun 1866, Abdul Kadir mendapatkan hadiah berupa uang dan gelar Setia Pahlawan yang diberikan oleh pemerintah Belanda, dengan harapan sikap Abdul Kadir dapat berubah dan hendak bekerjasama dengan mereka. Namun dengan demikian Abdul Kadir tidak mengubah sikap dan pendiriannya. Dengan tidak berubahnya sikap dan pendirian Abdul Kadir, membuat pengikutnya melakukan beberapa gangguan terhadap keamanan Belanda.

Tidak terima dengan berbagai macam gangguan keamanan, Belanda pun menurunkan operasi agresi militer ke daerah Melawi pada tahun 1868. Peperangan pun terjadi dan tidak dapat dielakan antara pasukan Belanda melawan para pengikut Abdul Kadir Raden Tumenggung. Dalam peperangan menghadapi Belanda, Abdul Kadir hanya mengatur strategi perlawanan.

Sebagai Kepala Pemerintahan, ia bisa dengan mudah memperoleh berbagai informasi tentang rencana-rencana operasi agresi militer pasukan Belanda, berkat informasi yang diberikan kepada para Kepala Pemerintahan, operasi militer Belanda dapat dikacaukan dengan mudah oleh para pemimpin perlawanan.

Selama kurang lebih tujuh tahun (1868-1875) Abdul Kadir Raden Tumenggung berhasil melakukan strategi peran ganda dalam menghadapi Belanda, namun pemerintah Belanda mengetahuinya dan pada tahun 1875, Abdul Kadir berhasil ditangkap dan dipenjarakan di Benteng Saka Dua milik Belanda di Nanga Pinoh. Dan meninggal tiga minggu kemudian setelah ia ditahan dan meninggal diusia 104 tahun. Jenazahnya dimakamkan di Natali Mangguk Liang daerah Melawi.

Abdul Kadir Raden Tumenggung Setia Pahlawan merupakan satu-satunya pahlawan yang meninggal dunia pada usia di atas 100 tahun. Tokoh pejuang yang mampu menghimpun serta menggerakkan rakyat untuk melawan Belanda.

Atas jasa-jasanya dalam perjuangan menghadapi penjajah Belanda, pemerintah Indonesia menganugerahkan Abdul Kadir Raden Tumenggung Setia Pahlawan sebagai Pahlawan Nasional, dengan diterbitkannya Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 114/TK/Tahun 1999 tertanggal 13 Oktober 1999.

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

What do you think?

3 points
Upvote Downvote

Total votes: 5

Upvotes: 4

Upvotes percentage: 80.000000%

Downvotes: 1

Downvotes percentage: 20.000000%

Indonesia Lupa

Indonesia Lupa

Kerusakan ekosistem alam sudah tidak terbendung lagi di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh berkembang pesatnya perkebunan kelapa sawit

Kerusakan Ekosistem Hutan Akibat Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia