in

Kalimantan Timur Pasar Investasi Urutan Keempat Terbanyak di Indonesia

TEROKABORNEO.COM – Realisasi investasi yang bersumber dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Kaltim, sepanjang 2017, terus didominasi di sub sektor pertambangan yang mengalami penambahan investasi sebesar Rp 4,71 triliun, sepanjang 2017. Berdasarkan data yang dirilis Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim, Rabu (21/2/2018), sub sektor pertambangan memberi kontribusi sebesar 42,94 persen, dari realisasi PMDN di Kaltim.Sementara untuk itu jika ada investor yang ingin mengetahui prospek perusahaan-perusahaan yang sudah memiliki bayak investor dan dikenal dalam dibidang Investasi bisa langsung datang ke OJK Kalimatan Timur, semacam laboratorium mini terkait bursa efek.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimatan Timur yang hadir dalam Peresmian Galeri menjelaskan bahwa investasi di Kalimantan masuk urutan keempat di Indonesia, setelah DKI Jakarta, Jawa, dan Sumatera.Survey keuangan Nasional yang dilakukan OJK Kalimatan Timur, menghasilkan bahwa Kalimantan terbaik keempat, targetnya sesuai dengan peraturan presiden itu 75 persen di tahun 2019. Sementara Kalimatan Timur sudah mencapai 74 persen lebih.”Kalau pasar modalnya saya yakin masyarakat menggunakan produk itu sesuai dengan kebutuhan mereka tentunya. Ada tabungan, asuransi. Tujuan menabung adalah untuk mengantisipasi resiko yang tidak dinginkan, yang kita tidak mengerti,” ungkapnya

OJK mengingatkan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat dan investor kalau mau berinvestasi saham, di bursa efek bukan di tempat lain tapi datang lah ke Galeri Investasi di Pasar Sepinggan ini.”Jangan percaya janji yang tidak jelas. Jika ingin tahu mengenai investasi itu dan resikonya apa, tinggal telepon saja ke call center OJK 157 layanan konsumen, nanti akan dijawab pertanyaan mengenai investasi yang ada, karena terus terang banyak tertipu dengan investasi yang tidak bertanggung jawab” ungkapnya.

Dia berharap, terkait banyaknya investasi bodong, perlu peran aktif masyarakat dapat melaporkannya ke pihak berwajib sehingga tidak terjadi lagi hal serupa.”Tidak tahu kenapa belum lapor, apa pada malu merasa ketipu makanya tidak melapor,” ujar Dwi.”Sepanjang tahun 2017 ada sekitar 57 perusahaan yang menawarkan produk-produk tidak jelas, yang perusahaanya tidak memiliki izin,” ungkapnya.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Bripka SP Polisi di Banjarmasin Ini Diburu Bawa Kabur Tahanan Narkoba

Kasus Korupsi Direktur Utama PT Kalimantan Timur Daya Mandiri