in

Press Release : Sinergitas Kedamaian Kalimantan

Sinergitas Kedamaian Kalimantan

TEROKABORNEO.COM – Minggu 13 November 2016 Pukul 10.00 WITA, seorang oknum melemparkan sebuah bom molotov ke Gereja Oikumene di Kelurahan Sengkotek, Samarinda Seberang, Kalimantan Timur. Hal ini sontak mengejutkan para jemaat yang sedang khusyu dalam beribadah. Terlebih ketika hal itu terjadi dalam ranah religiusitas sontak hal ini dalam waktu yang singkat menjadi viral di lini media massa. Terlebih lagi ketika seorang pelaku yang tertangkap kemudian dihakimi warga adalah seseorang yang mengenakan baju Jihad serta Agama yang tertera di KTPnya notabene adalah agama tertentu. Maka masyarakat mulai berspekulasi tentang kejadian tersebut.

Spekulasi mulai bermunculan, mulai dari pengalihan isu, konflik SARA, hingga upaya memecah belah persatuan masyarakat. Masyarakat boleh saja berspekulasi tentang hal tersebut. Tapi ketika sebuah aksi keji dan cenderung pengecut tersebut melukai anak-anak yang tidak berdosa serta mengganggu kegiatan beribadah Agama lain, yang mana kebebasan tersebut telah di atur dalam UUD 1945 Pasal 29. Tentu sangat mencederai semangat kebhinekaan serta demokrasi dan tatanan masyarakat itu sendiri.

Terlihat jelas disini bahwa ada upaya untuk membenturkan sebuah paradigma berfikir masyarakat bahwa ada agama tertentu yang menjadi biang di balik kejadian ini. Hal ini tentu akan sangat bertolak belakang dengan esensi dari ajaran-ajaran agama itu sendiri yaitu Kedamaian. Bila hal tersebut tidak disikapi dengan cerdas, lambat laun hal tersebut akan merusak tatanan kehidupan masyarakat Kalimantan itu sendiri. Serta memunculkan bara-bara kebencian serta antipati antar agama.

Sejatinya Pemerintah dan Masyarakat harus bahu membahu serta bergandeng tangan dalam menghadapi isu tersebut. Serta peran Rohaniawan dan Alim Ulama dalam menenangkan serta memberikan pencerahan kepada Umat. Peran Ulama serta Rohaniawan dengan segala nasihat – nasihat bijaknya harapannya dapat memberikan sebuah ketenangan batin serta meredam bentuk-bentuk antipati terhadap suatu golongan tertentu. serta Mahasiswa sebagai representasi dari kaum terdidik harus menjadi Role model dalam bingkai Kebhinekaan yang harapannya dapat memberikan masukan-masukan cerdas akan kejadian tersebut, agar masyarakat dalam menyikapinya dengan Arif dan Bijaksana.

Masyarakat Kalimantan sudah terbiasa hidup berdampingan serta bergandeng tangan satu sama lain, hal ini telah menjadi suatu kebiasan yang mengakar selama ratusan tahun. Masyarakat Kalimantan tidak hanya bergandeng tangan dengan suku dan agama mayoritas yang dianut, mereka juga hidup dengan bersama dengan masyarakat yang mempunyai kepercayaan yang bersifat animisme. Hal ini menjadi bukti bahwa perbedaan di Kalimantan bukan untuk memecah belah melainkan untuk MENYATUKAN.

Harapannya kejadian tersebut tidak merusak KEHARMONISAN kehidupan masyarakat Kalimantan. Kalimantan harus menjadi contoh bagi daerah lain bagaimana menjaga segala macam perbedaan yang ada menjadi suatu Persatuan yang kokoh, serta Kalimantan tidak hanya menjadi penyuplai energi – energi minyak dan gas tetapi juga energi-energi positif keharmonisan dan kedamaian di daerah yang lain. Marilah kita saling bergandengan tangan, lupakan segala perbedaan yang ada. Tunjukan pada DUNIA bahwa KALIMANTAN ITU SATU dan KALIMANTAN BERSAUDARA serta MENJAGA PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA.

What do you think?

2 points
Upvote Downvote

Total votes: 2

Upvotes: 2

Upvotes percentage: 100.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Tenun Ikat Budaya Perempuan Dayak dan Mistis di Balik Motif

Tenun Ikat, Budaya Perempuan Dayak dan Mistis di balik Motif

Mahasiswa Kalimantan Gelar Aksi Solidaritas Untuk Korban Teror

Ratusan Mahasiswa Kalimantan Gelar Aksi Solidaritas Untuk Korban Teror