in ,

Saat di Bawah Terik Matahari Pontianak Naga Langit Sepanjang 118 Meter Menari

TEROKABORNEO.COM – Sinar matahari memancar panasnya tepat di atas ubun-ubun warga Pontianak. Tapi, suasana panas itu tak membuat warga yang berkumpul di pinggir jalan untuk berhenti menunggu. Dengan perlengkapan payung, baju lengan panjang, atau pun topi, mereka rela terpangang teriknya matahari untuk dapat melihat pawai naga! Pawai ini adalah acara tahunan yang digelar dalam rangka perayaan Cap Go Meh 2569 di Pontianak, Kalimantan Barat. Pawai naga ini mempersembahkan 38 naga dan naga terpanjang mencapai 118 meter untuk melawan roh jahat, pukul 13.00 WIB, Jumat (2/3/2018). Dengan diiringi suara khas dari alat musik gong, tambur, dan simbal, satu per satu replika naga melintasi Jalan Gadjah Mada. Ukuran naga pun tergolong besar dan panjang. Berdasarkan informasi dari panitia Cap Go Meh di Pontianak.

Tahap pertama adalah ritual Buka Mata Naga yang dilakukan oleh para Tatung atau dukun menurut tradisi etnis Tionghoa. Setelah itu para naga akan mengikuti pawai, prosesi Tutup Mata Naga dan pembakaran naga. “Perayaan simbol dari acara lancar dan melambangkan kedamaian dan kemakmuran,” kata dia. Sementara itu, Regional Manager Wismilak daerah Kalimantan Agus Widodo mengaku, keikutsertaan ini merupakan tahun ke-11 bagi Wismilak Foundation “Selebrasi Cap Go Meh adalah rangkaian kegiatan budaya yang tidak akan lekang dimakan zaman.” “Ini adalah aset budaya Indonesia yang sudah seharusnya kita lestarikan bersama dan kami sangat bangga dapat terus menjadi bagian dari komunitas besar ini,” ujar Agus.

Ketua Panitia Cap Go Meh 2569, Rico menyebutkan jika naga-naga tersebut dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa sebagai tolak bala. Salah satu peserta, Yayasan Sinar Surya, membawa replika naga berukuran 69 meter dengan 17 ruas. Diberi nama Voice of Dragon Sinar Surya, replika naga ini didukung oleh Wismilak Foundation. Pembuatan naga yang didominasi warna putih hijau pun tergolong cepat, karena hanya memakan waktu kurang lebih sekitar satu bulan. “Keikutsertaan ini untuk melestarikan budaya Cap Go Meh sekaligus meningkatkan wisata,” kata Julius, Koordinator Yayasan Sinar Surya kepada Kompas Lifestyle, di Pontianak, Jumat (2/3/2018). Naga yang merupakan simbol kekuatan, kemakmuran dan kekuasaan harus melewati serangkaian tahapan, sebelum akhirnya turun ke jalan menyemarakkan pawai.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Mengapa Tato Mendapat Stigma Negatif di Masyarakat

Mengapa Tato Mendapat Stigma Negatif di Masyarakat?

Melindungi Orangutan dengan Cara Kampanye Menggunakan Simulasi Air Soft Gun