in

Tari Hudoq Suku Dayak Ga`ay, Sebuah Tradisi Leluhur Yang Terus Hidup

Tari Hudoq

TEROKABORNEO.COM – Suku dayak Ga`ay adalah suku dayak yang menghuni Kampung Tumbit Dayak, Kecamatam Sambaliung, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Ga`ay memiliki 2 arti, yang pertama orang Ga`ay sendiri mengatakan bahwa Ga`ay diambil dari “gay” yang artinya mandau karena mereka sering menggunakan mandau untuk mengayau pada zamanya dulu. Kedua, menurut orang Kenyah Lepo Taw menyebutkan bahwa Ga’ay berasal dari kata “ba’ay” yang artinya “orang ilir” (Risna, 2014:31-32). Masyarakat Dayak Ga`ay di kampung Tumbit Dayak memenuhi kebutuhan hidupnya lewat hasil padi, karet, sawit, kakao, dan ikan.

Masyarakat Dayak di kampung Tumbit Dayak ini hidup dengan mengandalkan hasil hutan dan sungai. Keadaan alam yang demikian telah membawa pengaruh yang besar dalam kehidupan masyarakat di kampung Tumbit Dayak. Dalam kesenian, masyarakat di sana mengenal tari Hudoq yang didasarkan pada kepercayaan dan berkaitan dengan keadaan alam. Dalam bahasa dayak Hudoq diartikan sebagai topeng, yaitu suatu alat yang digunakan untuk menggambarkan suatu makhluk tertentu yang dianggap keramat. Sehingga yang dimaksud dengan Hudoq adalah topeng penggambaran makhluk yang dianggap keramat (Risna, 2014:34).

Tari Hudoq erat hubungannya dengan kehidupan perladangan. Masyarakat Dayak di kampung Tumbit Dayak masih menggunakan tari Hudoq dalam perayaan panen. Tari ini masih dilestarikan masyarakat Dayak Ga`ay dan ditampilkan di kampung Tumbit Dayak dalam upacara Bekudung Betiung. Pada musim panen, tari Hudoq digunakan sebagai tarian upacara untuk menghadirkan kekuatan dan pengaruh alam yang merupakan tradisi dan kepercayaan masyarakat Dayak Ga`ay. Dalam acara Bekudung Betiung tari Hudoq menjadi rangkaian upacara dan tarian ini menjadi bentuk kesatuan masyarakat Dayak Ga`ay. Selain saat panen, masyarakat Dayak Ga`ay di kampung Tumbit Dayak juga menggunakan tari Hudoq saat menyambut tahun baru dan pawai.

Bagi masyarakat Dayak Ga`ay di kampung Tumbit Dayak, tari Hudoq adalah sebagai simbol kepercayaan kepada sang pencipta dan roh-roh seperti roh naga, buaya, belut, harimau untuk selalu menjaga kehidupan kampung dan warganya agar terhindar dari segala macam bahaya. Menggunakan tarian seperti tari Hudoq yang dilakukan oleh masyarakat Dayak Ga`ay di kampung Tumbit Dayak adalah suatu hal yang perlu dipertahankan. Bagi sebagian orang mungkin hal-hal seperti ini sudah tidak relevan lagi dengan zaman modern seperti sekarang. Tapi saya rasa bukan masalah relevan atau tidak yang ingin diperjuangkan atau diperlihatkan, tapi mungkin semangat menjaga tradisi leluhurlah yang ingin dan saya rasa perlu dipertahankan.

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

What do you think?

6 points
Upvote Downvote

Total votes: 6

Upvotes: 6

Upvotes percentage: 100.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Artis Dalam Balutan Busana Dayak

Artis Dalam Balutan “Busana” Dayak, Siapa Saja Mereka?

 “Ketebung Baung” Alat Musik Tradisional Suku Dayak Sebaruk