in

Tugu Naruto di Melawi, Duri dan Ironi Sejarah Lokal

Tugu Naruto
Penampakan "Tugu Naruto" di Kabupaten Melawi , Kalimantan Barat. (dok. pribadi)

TEROKABORNEO.COM – Pemikiran perihal “Tugu Naruto” ini berawal dari keisengan saya mengutak-atik share location di media berbagi foto Instagram. “Ha? Tugu Naruto? Di Melawi? Seriusan? Kok bisa? Naruto yang di anime Jepang itu?” Kurang lebih seperti itulah yang muncul di benak saya ketika salah seorang remaja membagikan lokasinya via Instagram. Namun, ada baiknya saya menceritakan sedikit tentang saya hingga akhirnya pemikiran ini muncul.

Saya pribadi lahir dan besar di sebuah desa kecil di Kabupaten Melawi, yang kemudian punya kesempatan menimba ilmu jauh ke sebuah kota di seberang pulau, hingga sekarang mulai berpikir untuk menetap di kota ini. Meski demikian, perkembangan Melawi dan isinya tetaplah menjadi perhatian saya. Kemunculan Tugu Naruto juga. Bukan apa-apa, melanglang-buana selama 13 tahun di perantauan, Melawi masihlah rumah di mana saya akan pulang.

Percaya atau tidak, ketika saya menuliskan paragraf di atas, sedang mengalun lagu Pulang-nya Float, yang – entah sengaja atau tidak – dipilih oleh barista cantik di café yang saya sedang singgahi ini. Well, kopi, rindu, dan wanita cantik. Ah, demi semesta, dewi Aphrodite dan Tugu Naruto, celakalah saya.

Kembali ke pemikiran saya lagi, sudah boleh ya. Meski sudah 13 tahun merantau, saya pernah pulang untuk sekedar melepas rindu dengan keluarga yang masih semuanya tinggal di Melawi, walau tidak pernah lebih dari satu bulan. Dan Tugu Naruto selalu menarik perhatian saya.

Samar-samar terlintas di ingatan saya bagaimana kondisi jalan di lokasi berdirinya tugu itu dulu. Berlubang dan pasti tergenang air ketika hujan. Lalu kemudian berdirilah sebuah tugu (atau monument?) yang – konon katanya – dibangun untuk menggantikan Tugu Juang yang terletak di tengah pasar kota Nanga Pinoh. Tapi tidak bolehlah saya dengan segera menyimpulkan demikian tanpa tahu lebih dalam tentang bagaimana “ceritanya”.

Tugu Naruto (for real?) Begitulah nama yang hampir selalu digunakan oleh masyarakat Melawi untuk mendeskripsikan tugu (monument) ini. Saya sendiri – bahkan – menemukan bahwa kata itu secara mudah ditemukan dalam caption dan berbagi lokasi di Instagram. Semakin iseng saya melakukan pencarian melalui Google dengan kata kunci yang sama. Temuan saya benar-benar membuat saya mengernyitkan dahi dan melongo keheranan. Tugu Naruto bahkan diangkat oleh website tribun Pontianak. Media berita yang tentu saja – dalam hemat saya – akan dengan mudah dibaca oleh semua pengguna internet yang juga iseng seperti saya.

Tidakkah seharusnya tugu (monument) dimaknai sebagai peringatan akan orang atau suatu peristiwa sejarah penting yang, oleh karena itu, dipelihara dan dilindungi oleh Negara? Lalu mengapa warga dan khususnya kaum muda memilih menyebutnya dengan nama Tugu Naruto? Apakah karena Pemerintah Daerah belum menemukan nama yang tepat untuk tugu ini? Atau semata karena perawakan tugu ini lebih mirip dengan sosok Naruto, anime Jepang itu?

Duri, Ironi, dan Sejarah Lokal

Judul di atas rasanya telah sedikit banyak menggambarkan kekhawatiran saya tentang sejarah lokal Kabupaten Melawi. Semua bukan tanpa sebab. Jika kelak akhirnya tugu ini diberi nama pahlawan nasional yang berasal dari Kabupaten Melawi, mampukah kita menghilangkan image Tugu Naruto yang sudah terlanjur tertanam di benak masyarakat selama bertahun-tahun? Yang bahkan anak kecil usia sekolah dasar pun sudah hafal di luar kepala jika monument ini bernama Tugu Naruto? Lalu siapa yang akan bertanggungjawab untuk meluruskannya?

Duri dan sekaligus ironi, kan? Duri, karena apapun nama yang akan diberikan kepada tugu (monument) ini, kata Tugu Naruto-lah yang akan lebih dikenal. Ironi – tentu saja – karena tujuan awal pembangunan monument ini sebagai peringatan atas jasa besar seorang pahlawan nasional – dalam sejarah lokal Kabupaten Melawi – tidak tercapai, sebagaimana ia telah “kalah” oleh image superhero Naruto.

Penutup kata, semoga saja Pemerintah Daerah segera menemukan nama untuk monument ini ketimbang membiarkan masyarakat terus-menerus mengakrabkan diri dengan nama Tugu Naruto. Semoga pula, masyarakat juga sepenuhnya bertanggung-jawab, untuk dengan ngeyel-nya, mengganti image Naruto dengan nama pahlawan yang akan disematkan pada monument ini.

Ah, baiklah saya menghabiskan dulu kopi saya sebelum pergi mencarikan oleh-oleh untuk keponakan-keponakan kecil yang akan saya temui besok lusa di Melawi. ~

Dan lalu…

Air mata tak mungkin lagi kini

Bicara tentang rasa

Bawa aku pulang, rindu

Segera!

Float – Pulang

What do you think?

3 points
Upvote Downvote

Total votes: 3

Upvotes: 3

Upvotes percentage: 100.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Daftar Wisata Air Terjun di Kalimantan Barat

Daftar Wisata Air Terjun di Kalimantan Barat, Sudah Pernah Berkunjung?

Upacara Adat Suku Dayak