in ,

Upacara Adat Suku Dayak

 

TEROKABORNEO.COM – Indonesia mempunyai banyak keberagaman budaya dari beberapa suku yang tersebar di Indonesia yang melakukan berbagai jenis upacara untuk melestarikan adat dan istiadatnya. Salah satunya adalah upacara-upacara yang sering dijumpai dalam masyarakat Dayak, lingkungan, tata cara hidup masyarakat Dayak dan bagaimana mereka mencintai lingkungan mereka. Masyarakat Dayak begitu bangga dengan keadaan alam sekitar, mereka mensyukuri adanya alam yang mencintai mereka juga, dari situlah mereka membuat upacara-upacara Adat ini sebagai bentuk cinta mereka dan itulah menjadi kebudayaan bagi mereka, mulai dari menjaga binatang seperti burung Enggang (borneo), Babi hutan, orang utan dan tanaman kayu.

Masyarakat Dayak pada umumnya sangat mensakralkan semua bentuk upacara-upacara Adat, karena itu sudah menjadi bagian dari kehidupan dan budaya mereka turun temurun. Mengenal masyarakat Dayak bagian dari pengetahuan mengenai kebudayaan, LAMIN (rumah panjang) adalah bagian dari Heritage yang selalu dilestarikan/ dijaga

Upacara Adat Suku Dayak

Berikut beberapa upacara-upacara Adat Dayak Bahau dan Tunjung , bagaimana mereka menjaga dan melestarikan adat istiadat mereka, gotong royong dan saling damai didalam bermasyarakat :

1.Upacara Nebe’e Rau (Tanam Padi)

Upacara Nebe’e Rau/ Tanam Padi ini merupakan upacara tahunan yang harus dibuat, upacara ini bentuk dari rasa syukur masyarakat Dayak atas ladang mereka yang bisa ditanami padi dengan harapan hasil yang mereka tanam sangat berlimpah. Tidak heran jika upacara ini dilangsungkan selama satu bulan, disitu banyak sekali adat-adat Dayak yang dilakukan, diawali dari memberi makanan sang raja kampung (to’q) untuk menjaga kampung agar selalu terjaga dari kejahatan.

2. Upacara Erau

Upacara Erau ini juga biasanya dilakukan sekali setahun, semua bentuk dari rasa syukur mereka dengan hasil panenan yang berlimpah.

3. Upacara Ngerangka’u

Upacara Ngerangka’u/ Kematian ini bagi masyarakat Dayak Tunjung begitu sakral, mereka meyakini upacara ini bentuk dari kekeluargaan mereka untuk memberikan kenyamanan kepada Almarhum/ mah ketika berada di sisi Tuhan. Biasanya upacara Ngerangka’u ini dibuat setelah 40 (empat puluh) hari setelah kematian.

4. Upacara Pernikahan

Upacara Pernikahan/ Ngehawa’k ini merupakan upacara umum yang sering dilakukan jika ada masyarakat Dayak yang hendak menikah, disini akan banyak benda-benda Adat yang ditampilkan, tergantung dari keturunan sang mempelai wanita/ pria. Jika wanita keturunan bangsawan maka pria wajib menyediakan sesuai dengan permintaan dari wanita. Disinilah benda-benda adat bisa diuangkan seperti yang saya jelaskan diatas. Upacara Ngehawa’k ini akan ada namanya hukum adat jika kelak terjadi perceraian, dimulai dari denda benda adat dan hukum adat sesuai dengan kesalahan dari kedua belah pihak, dan denda atau hukuman adat ini tidaklah ringan/ kecil karena ini sama halnya melanggar adat istiadat dari adat dayak itu sendiri.

5. Upacara Dahau

Upacara Dahau/ pemberian nama Anak ini merupakan upacara dari keturunan bangsawan/ terpandang dikampung/ yang mampu membuat upacara ini. Upacara Dahau ini dibuat besar-besaran dan undangannya dari berbagai tempat yang didiami Dayak. Upacara Dahau ini berlangsung selama 1  bulan penuh, semua kegiatan yang berlangsung akan banyak ritual-ritual adat yang dibuat selama durasi upacara Dahau ini berlangsung.

6. Upacara Ba’ayun Maulid

Perayaan Maulid memang tidak biasa. Karena selain pembacaan syairsyair Maulid, disertai dengan prosesi dan ritual budaya Ba’ayun Anak, karena pelaksanaannya bertepatan dengan perayaan Maulid maka disebut juga Ba’ayun Maulid. Tempat pelaksanaannya harus di dalam Mesjid atau biasa disebut mesjid keramat, membuat ritual ini menjadi luar biasa, dengan maksud agar anak senantiasa sehat, cerdas, berbakti kepada orang tua dan taat beragama, sangat kontras dengan tempatnya yang dikeramatkan.

7. Ritual Tiwah

Ritual Tiwah adalah upacara tradisional yang menghubungkan dengan orang yang sudah meninggal, yaitu mengantarkan tulang belulang kerangka orang mati menuju suatu rumah yang ukuran kecil yang memang sengaja di buat untuk menyimpaan tuang belulang orang yang meninggal, rumah ini di namakan sandung.

What do you think?

-16 points
Upvote Downvote

Total votes: 16

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 16

Downvotes percentage: 100.000000%

Tugu Naruto

Tugu Naruto di Melawi, Duri dan Ironi Sejarah Lokal

Pakaian Adat Kalimantan Barat